Membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha? Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah melalui bank penyalur seperti BRI, Mandiri, dan BNI menjadi salah satu solusi favorit pemilik UMKM di Indonesia.
Selain memiliki suku bunga yang sangat ringan (sekitar 6% per tahun), kini proses pengajuannya juga semakin praktis karena bisa dilakukan secara online dari rumah.
Dalam artikel ini, kita akan membahas syarat terbaru, langkah-langkah pengajuan, hingga tips jitu agar berkas pengajuan KUR Anda langsung disetujui (diacc) oleh pihak bank!
Syarat Utama Pengajuan KUR UMKM Terbaru
Sebelum mengajukan, pastikan Anda dan usaha Anda sudah memenuhi kriteria dasar yang ditetapkan oleh pihak bank penyalur:
- Memiliki Usaha Aktif: Usaha sudah berjalan secara produktif minimal 6 bulan.
- Identitas Diri: e-KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Surat Nikah (jika sudah menikah).
- Legalitas Usaha: Memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa.
- Bebas Kredit Bermasalah: Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau Paylater masih diperbolehkan selama riwayat pembayaran lancar).
- NPWP: Wajib melampirkan NPWP khusus untuk plafon pinjaman di atas Rp50 juta.
๐งฎ Hitung Estimasi Angsuran Sebelum Mengajukan
Tips Penting: Sebelum datang ke bank atau mengisi formulir online, pastikan Anda sudah memperhitungkan estimasi cicilan per bulan agar tidak memberatkan arus kas (cashflow) usaha harian Anda.
๐ฏ Gunakan Kalkulator Simulasi KUR UMKM Gratis di Sini โ
Panduan Langkah Pengajuan KUR Secara Online
Sebagian besar bank penyalur utama kini menyediakan layanan pengajuan KUR digital. Berikut alur umunya:
1. Siapkan Dokumen Digital
Foto atau scan dokumen identitas (KTP, KK, NIB/SKU, dan Pasfoto) menggunakan HP dengan pencahayaan yang terang agar mudah terbaca oleh sistem automatic verification bank.
2. Akses Portal Resmi Bank
- KUR BRI: Akses portal resmi di
kur.bri.co.id - KUR Mandiri / BNI: Melalui situs resmi masing-masing bank pada menu Kredit Usaha Rakyat.
3. Isi Formulir Data Diri & Usaha
Input data e-KTP, bidang usaha, lama usaha berjalan, serta besaran plafon pinjaman dan jangka waktu (tenor) yang diinginkan.
4. Tunggu Proses Survei Lapangan
Setelah data awal lolos verifikasi sistem, petugas bank (Mantri / Account Officer) akan menghubungi Anda untuk melakukan survei fisik ke lokasi usaha.
5 Tips Jitu Agar Pengajuan KUR Langsung Diacc Bank
Banyak pengajuan KUR tertunda atau ditolak karena hal-hal sepele. Terapkan 5 tips berikut agar peluang diacc semakin tinggi:
- Rapikan Catatan Keuangan: Siapkan buku kas sederhana yang mencatat pemasukan dan pengeluaran harian toko Anda. Petugas bank sangat menyukai calon debitur yang rapi secara administratif.
- Jaga Riwayat BI Checking / SLIK OJK: Pastikan seluruh tagihan Paylater, Kartu Kredit, atau cicilan HP Anda selalu dibayar tepat waktu tanpa pernah ada penunggakan.
- Sesuaikan Plafon dengan Omzet: Jangan mengajukan pinjaman Rp100 juta jika omzet bersih bulanan Anda hanya Rp3 juta. Ajukan nominal rasional yang sesuai kemampuan bayar.
- Siapkan Foto Usaha & Stok Barang: Saat survei, pastikan kondisi tempat usaha bersih, stok barang tampak memadai, dan tempat usaha memiliki plang nama/banner yang jelas.
- Gunakan NIB Resmi OSS: Menggunakan NIB bertanda tangan elektronik dari OSS jauh lebih disukai bank dibandingkan sekadar surat keterangan manual dari RT/RW.
Kesimpulan
Mengajukan KUR online kini menjadi jauh lebih mudah dan transparan. Kunci utama keberhasilan pengajuan terletak pada kerapihan berkas legalitas (NIB), riwayat kredit yang bersih, serta perhitungan angsuran yang matang.
Jangan lupa simulasikan dulu cicilan ideal untuk usaha Anda di Kalkulator Simulasi KUR BantuanUMKM sebelum melangkah ke bank, ya!


